Welcome>>Selamat Datang Di Blog Marga Sung ^^

Kamis, 14 Februari 2013

Qi Shi 七夕 - Hari "Valentine" Tionghoa



Qi Shi 七夕 - Hari "Valentine" Tionghoa

14 Februari adalah hari Valentine Barat yang diperingati luas di dunia. Namun sebenarnya orang Tionghoa juga punya hari valentine sendiri. Chinese Valentine memang masih lama, namun menyambut hari Valentine 14 Februari, saya turunkan juga tulisan tentang Chinese Valentine yang populer di kalangan Tionghoa di seluruh dunia. 

Chinese Valentine disebut "Qi Shi", yang artinya malam ketujuh di bulan tujuh penanggalan Imlek. Jadi Chinese Valentine jatuh pada tanggal 7 bulan 7 penanggalan Imlek. Asal usul perayaan hari kasih sayang ala Chinese ini berasal dari sebuah legenda yang diceritakan turun temurun. 

Dikisahkan pada zaman dulu (juga tertulis di beberapa buku sejarah kuno Tiongkok), pada tanggal 7 bulan 7 penanggalan Imlek, bintang Altair (Niu Lang Sing, Bintang Penggembala) yang terpisah dengan bintang Vega (Ce Nu Sing, Bintang Wanita Penenun) akan melewati Milky Way dan bertemu setahun sekali. 

Legenda yang kemudian populer selama ribuan tahun menceritakan bahwa wanita penenun adalah anak dari Raja Dewa Yu Huang di kerajaan langit. Ia terkenal akan kepintaran dan kecantikannya. Setelah remaja, tentu saja seperti gadis remaja lainnya, ia ingin mencari pasangan hidup yang baik. Waktu yang bersamaan, di bumi ada seorang penggembala. Setelah orang tuanya meninggal, ia kemudian selalu disiksa dan dikucilkan saudara2nya dan dalam pembagian harta sang orang tua, ia cuma diberikan seekor kerbau yang selalu digembalakannya sedangkan saudara2nya mendapatkan sawah dan rumah orang tuanya. 

Penggembala sangat menyayangi sang kerbau, ia selalu menganggap kerbau sebagai keluarganya dan menceritakan segala keluh kesahnya. Suatu hari, sang kerbau memanggil namanya dan memintanya untuk ke pinggir sungai karena akan ada beberapa gadis yang sedang mencuci baju besok. Sang kerbau menyuruhnya mengambil baju berwarna ungu dan gadis pemiliknya akan ditakdirkan menjadi istrinya. 

Keesokan harinya, penggembala melaksanakan perintah sang kerbau dan ia kemudian bertemu dengan sang penenun yang merupakan pemilik baju ungu tersebut. Mereka kemudian saling menyukai dan memutuskan untuk menikah dan hidup bahagia. Namun peristiwa tadi diketahui oleh Ratu di kerajaan langit dan segera menyuruh penenun untuk pulang ke kerajaan langit. Penggembala kemudian mengejar penenun, namun Ratu mencabut konde emasnya dan melemparkannya di antara mereka. Konde kemudian berubah menjadi sungai perak yang dikenal sebagai galaksi Milky Way untuk memisahkan mereka selamanya. 

Namun setelah melihat kesungguhan hati dan cinta mereka, Ratu kemudian memperbolehkan mereka untuk bertemu setahun sekali pada tanggal 7 bulan 7. Pada malam ini, burung magpie yang mengasihani mereka akan membuat jembatan di atas Milky Way supaya mereka dapat bertemu. 

Memang seperti dongeng anak sebelum tidur dan juga banyak sekali versi yang ada di masyarakat. Legenda tinggal legenda, yang harus kita ambil adalah makna yang terkandung di dalamnya. Beruntunglah kita yang memiliki cinta dan kasih sayang di dekat kita dibandingkan dengan kisah cinta penggembala dan penenun yang cuma bisa bertemu setahun sekali. Cintai dan sayangilah pasangan hidup kita selagi kita bisa menyayanginya. Jangan cuma bisa merindukannya bila telah jauh berpisah. 

Perayaan Chinese Valentine ini sangat populer di Taiwan, RRC, HK dan Macau, selain daripada Valentine 14 Februari. Perangko dan uang logam kenang2an juga telah dikeluarkan oleh pemerintah negara di atas. Namun, perayaan setahun sekali ini cuma sebuah perlambang. Bagi pasangan yang penuh dengan kasih sayang dalam kehidupannya, 365 hari dalam setahun adalah hari Valentine bagi mereka.

Berlainan dengan perayaan hari Valentine di dunia barat yang bermakna agamis. perayaan Chinese valentine maknanya sangat romantis dan puitis. cobalah simak sebuah Syair yang ditulis penyair dari dinasti Song, yang menggambarkan legenda putri penenun dan putra gembala.

TITIAN  JALAK
Qin Guan ( 1049–1100 ; Song )

Awan lembut mengolak lukisan,
bintang terbang menebar penyesalan,
samar melintasi Bima Sakti yang tanpa tepian.
Satu kali bersua dalam angin emas embun perak,
telah melebihi berulang berjumpa di dunia insan!

Cinta yang lembut selaksana air,
hari yang bahagia bagaikan mimpi,
tak kuasa menengok jalan kembali lewat titian jalak!
Apabila cinta di kedua hati adalah kekal abadi,
masihkah kehadiran dihitung setiap senja setiap pagi?

Rabu, 13 Februari 2013

VICTORIA SONG QIAN F[X]


Song Qian [宋茜], Victoria Song atau lebih dikenal dengan Victoria adalah leader dari group girlband papan atas di Korea Selatan , f(x). Lahir di Qingdao , Shandong , 2 Februari 1987. Setelah tamat pendidikan menengah atas, Song masuk ke Beijing Dance Academy yang bergengsi dengan studi utama tarian etnis Tiongkok. Dalam kompetisi dance di Beijing di tahun 2007 , Song menarik perhatian pemandu bakat dan akhirnya di rekomendasikan ke SM Entertainment. Song lulus audisi dan mulai berkarir sebagai artis Korea.

Song muncul pertama kali dalam media bersama aktor Korea , Lee Junki . Kemudian Song terlibat sebagai model Samsung dalam musik video bersama Rain. Song juga terlibat dalam serial “Running Man” dan akhirnya bertemu dengan sesama chinese lainnya , Nickhun Horvejkul, dalam acara “We Got Married”  . Nickhun adalah member 2 PM , seorang Chinese asal Thailand. Kedua pasangan berdarah Chinese di Korea ini sering dijuluki Khuntoria yang berasal dari nama Nickhun dan Victoria.
Di tahun 2009 SM Entertainment membentuk band f(x) dengan Song sebagai leader bersama empat personil lainnya ,Amber , Sulli , Krystall dan Luna. Grup ini menjadi salah satu grup papan atas di Korea dan terlibat dalam beberapa iklan komersial seperti Calvin Klein dan LG .
Song adalah  lulusan Beijing Dance Academy , sehingga tidak heran jika Song memiliki kemampuan menari dan kelenturan tubuh yang luar biasa yang sering diperagakan dalam berbagai acara live di TV sehingga kerap dijuluki “Miss Elastic”.
DATA :
Name : Victoria Song , Song Qian [Song Chi En]
Chinese name: 
宋茜
Birth date: February 2, 1987
Birth place: Qingdao , Shandong
Height: 168 cm
Education: Beijing Dance Academy
Profession: Artis , Singer , Dancer ,

SONG ZUYING 宋祖英 : NYANYIAN SEORANG PRAJURIT


Song Zuying 宋祖英 lahir di tahun 1966 di sebuah keluarga petani miskin di desa Yantouzhai , Provinsi Hunan . Keluarganya merupakan bagian dari masyarakat Miao , sebuah grup etnis di Tiongkok.
Ayahnya sering terbujur sakit di atas ranjang sehingga ibunya menanggung beban berat keluarga bahkan untuk sekedar membayar uang sekolah bagi Song kecil. Seorang dermawan baik hati meminjamkan 5 Yuan , sehingga Song dapat melanjutkan sekolah. Ibunya mengembalikan uang tersebut dengan memotong dan menjual kayu bakar.
Kerabat dan teman keluarga Song membujuk ibunya untuk tidak menyekolahkan Song agar dapat membantu keluarganya mencari uang. Song sendiri anak tertua , dan memiliki dua adik ,  adik lelakinya yang tuna rungu dan satu lagi adik perempuan. Tetapi ibunya bersikeras mempertahankan Song untuk tetap sekolah dan percaya bahwa sekolah adalah satu-satunya kesempatan bagi anaknya untuk masa depan yang lebih cerah.
Song tidak hanya mewarisi suara indah dari ibunya , dia juga mempelajari nyanyian gunung dari ibunya. Ibu Song mendorong anaknya sehingga pada usia 15 tahun , Song masuk kedalam kelompok pertunjukan di Kabupaten Guzhang dimana dia beraksi selama tiga tahun.
Pada saat menempuh pendidikan menengah atas , Song Zuying harus mendaki sebuah bukit untuk mencapai sekolahnya di desa Yantouzhai , Provinsi Hunan . Setiap pagi , saat mencapai puncak bukit , Song akan menyanyi dengan suara nyaring. Song menyukai gema yang terpantul dari lembah yang sunyi. Terkadang Song menangis , dan satu suara menjawabnya dari seberang bukit. Song menyanyi dan suara diseberang bukit pun mengikutinya.
Dengan suara dan nyanyiannya , Song dapat berkomunikasi dengan orang yang tidak pernah dia jumpai. Dari desa terpencil dan masyarakat pinggiran ini Song mulai melangkah menemukan dunia yang luas. Dimulai dengan sebuah kelompok lokal di Hunan untuk meraih pencapaian dunia dan prestise dari Vienna hingga Opera Sydney.
Di usia 17 tahun , Song lulus audisi untuk masuk ke  sebuah kelompok musik dan tari di Xiangzi Miao Autonomous Prefecture , Provinsi Hunan. Dua tahun kemudian , Song masuk Departemen Musik dan Tari dari Central University of Nationalities di Beijing. Song menjadi gadis pertama dari desanya untuk berada di Beijing. Setelah lulus ditahun 1987 , pada usia 23 tahun , Song kembali ke kelompok Lagu dan Tari sebagai solois. Song memperhatikan bahwa penonton lokal tidak terlalu berminat pada lagu rakyat karena wabah lagu pop yang mulai mendapat tempat di Tiongkok. Sehingga Song memutuskan untuk kembali ke Beijing dan mendaftar ke sebuah ajang menyanyi nasional dimana Song mengalami kegagalan.
Titik balik karirnya sebagai penyanyi terjadi pada tahun 1998 ketika dia berpartisipasi dalam sebuah kontes televisi bagi penyanyi muda di Provinsi Hunan. Kali ini Song berhasil memenangkan kontes dan juga bertemu Luo Hao yang akan menjadi suaminya. Luo Hao adalah seorang composer dan produser kontes tersebut . Luo terkesan dengan suara Song dan bakat menyanyinya. Dan kemudian memperkenalkan Song kepada Jin Tielin , presiden China Conservatory of Music yang juga menjadi juri dalam kompetisi tersebut. Jin juga mengagumi bakat Song dan kemudian mengajak Song untuk menempuh program master-nya.
Song mulai tampil kedepan saat menyanyikan “The Little Pannier” di sebuah variety show di CCTV pada tahun 1990. Direktur Huang Yihe kemudian menempatkan Song untuk pertunjukan Spring Festival Eve. Sejak saat itu karir Song berkembang pesat dan menjadi soprano paling populer di Tiongkok. Lagu “trade mark”-nya antara lain “Happy Life” , “A Song Flying Out of Miao Mountain” , “Spicy Girl” dan “Love My China”.
Di tahun 1996 , Song mengadakan tour ke Australia. Terbersit keinginan untuk menyanyikan lagu rakyat di tempat-tempat terkenal dunia. Song merasa terpanggil untuk mempromosikan lagu-lagu Tionghua keseluruh dunia sebagai bagian pengabdiannya kepada negara dan rakyat.
Song mulai mendapat pengakuan internasional. Album CD “The Diva Goes To The Movies : A Centennial Celebration of Chinese Film Song “ menerima nominasi Grammy untuk album klasik terbaik.
Song menjadi satu-satunya soprano Tionghua yang tampil di Sydney Opera yang bergengsi pada tahun 2002 , Vienna Musikverein Golden Concert Hall ditahun  2003 dan John F Kennedy Center di tahun 2006. Ditempat pertunjukan bergengsi ini Song berkolaborasi dengan orkestra asing.
Dibulan Mei 2007 , Song berkontribusi dalam pertukaran budaya antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Dalam event ini , audiens Amerika menikmati performance memukau. Michael M Kaiser berkomentar bahwa suara Song membuatnya menjadi duta internasional teratas bagi musik rakyat Tionghua.
Selain menjadi penyanyi kelas dunia , Song juga seorang prajurit PLA-Navy dimana dia bergabung dalam kelompok Musik dan Tari dalam PLA-Navy ditahun 1991. Dibulan Mei , Song dipercaya komandannya untuk dipromosikan menjadi wakil presiden kelompok tersebut.
Kesuksesan yang dicapainya tidak memudarkan ingatan Song akan kehidupan sulitnya dikampung halaman. Song juga teringat bagaimana seorang dermawan baik hati dan lima yuan yang merubah hidupnya. Sebuah bantuan “kecil” yang jika tanpanya , Song mungkin akan tetap menjadi wanita biasa di desa. Karena itu sejak tahun 1995 , Song mendonasikan buku , komputer , televise , piano dan fasilitas belajar di Sekolah Dasar Yantouzhai. Ditahun 2004 , Song membidani Song Zuying Education Fund dan telah menggelontorkan dana pendidikan sejumlah 1.7 juta yuan di provinsi Hunan.
Referensi :
  1. Chen Jie , “ A Song For Our Soldiers” , China Daily , 1 Agustus 2007

Selasa, 12 Februari 2013

SONG ZUYING PROFILE

Song Zuying (Chinese宋祖英pinyinSòng Zǔyīng; born August 13, 1966) is an ethnic Miao Chinese singer.

Biography

Song was born in Guzhang county, part of a Miao autonomous prefecture in Hunan and studied in the department of music and dancing at the Central Institute for Nationalities in Beijing, after which she studied at the China Music College. Her father died when she was 12, and she is the oldest daughter. In 1991, she joined the Chinese People's Liberation Army Naval Song and Dance Troupe as a national first-class singer. As of 2009, she is a non-combatant Rear Admiral in the Chinese Navy.

Awards
In the recent years, she has been received the following awards:
  • 1st Award of China Vocality Contest of Minor Nationality
  • Golden Award of MTV Contest of CCTV
  • Golden Award of the Nationality Group of “Most favorite singer” of CPB of China
  • 1st Award of “Starlight Award” of China National Broadcasting and Television Department
  • The Award of Golden Disc of China
  • Award of Outstanding Contribution of Chinese National Vocality of CCTV
  • Award of Club for the opera of China
  • Artist of Moral and Ability, by China Ministry of Personnel and China Literature Association.
  • Award of Charity in China by China Department of People’s Affair


Discography and international activities
Song Zuying has published many personal albums and videos, and she has published Happy Life – Photo Album of Song Zuying, Real Passion in the Music World – Selection of Songs by Song Zuying and Voices of a Hundred Years – The Classics of the Songs in the Chinese Films over a Century.
In recent years, Song Zuying has visited Europe, Australia, USA, Canada and Southeastern Asia for the art interaction with China Art Delegation. In the World Cup held in Korea in 2002, Song was invited to sing representing the Chinese in the large scale vocal concert. In December 2002, as the culture ambassador for the 30th anniversary for the establishment of the diplomatic relation between China and Australia, she held the vocal concert “Prosperity” in Sydney, Australia successfully. In November 2003, she held the personal vocal concert in the Golden Hall in Vienna, Austria successfully.
She has held solo concert performances at international venues such as Sydney Opera House in 2002, Vienna Golden Hall in 2004, and John F. Kennedy Centre for the Performing Arts in 2008 were held for the political elites in those respective countries for diplomatic purposes.
In 2006, her CD "The Diva Goes to the Movies: A Centennial Celebration of Chinese Film Song" was nominated for the 49th Annual Grammy Awards in the category of Best Classical Crossover Album.
Song Zuying performed a duet with tenor Plácido Domingo at the 2008 Summer Olympics closing ceremony in Beijing. She also performs regularly on the Chinese Spring Festival Gala; in 2009, in addition to her own song, she sang a duet with Jay Chou.
Jay Chou, Plácido Domingo, and Lang Lang and Cut Time Crew an American band called Dirty Bath Water in the United States were guests in her 2009 summer concert at the Bird's Nest in Beijing.
On May 1, 2010, the day following the opening ceremony of the Expo 2010, in Shanghai, China,  Zuying joined tenor Andrea Bocelli, singer Jay Chou, and concert pianist Lang Lang in a concert titled Charming China at Shanghai Stadium, in front of an audience of 80,000 people. The China Philharmonic Orchestra accompanied them under the direction of its artistic director Yu Long.
Song Zuying, Andrea Bocelli and Lang Lang (at the piano) performing Time to Say Goodbye at the East Meets Westconcert.
On June 5, 2012, Song once again performed with Bocelli, Yu Long and Lang Lang in the East Meets West concert at London's Royal Albert Hall.
On February 9, 2013, Chinese New Years Eve, Song Zuying sang the traditional Chinese song Jasmine Flower (茉莉花) as a duet with Canadian pop star Celine Dion at the CCTV New Year's Gala.

Kamis, 07 Februari 2013

HAL YANG TABU DILAKUKAN SAAT IMLEK


1. (JANGAN) MENYAPU
Hal yang tabu bagi aktivitas menyapu ini berkaitan dengan legenda Ru Yen. Bahkan dapat dikatakan bahwa Ru Yen inilah dewa rejeki sesungguhnya. Pada catatan Lu Yi Ji menceritakan bahwa jaman dahulu ada pedagang bernama Qi Ming yang berkenalan dengan Qing Hong Jun. Qi Ming amat menghormati Qing sehingga suatu saat Qing mengatakan akan mengabulkan satu permintaan dari Qi. Ada orang yang membisiki Qi agar Qi meminta Ru Yen (keinginan/harapan semoga terkabul).
Qing terkejut mendengar permintaan Qi ini dan Ru Yen itu sesungguhnya adalah pelayan wanita Qing. Tapi karena sudah terlanjur berjanji , maka Qing memberi Ru Yen kepada Qi.Ketika Ru Yen tinggal dirumah Qi , ternyata semua keinginan Qi terkabulkan dan akhirnya ia menjadi orang kaya yang sukses. Hingga pada saat hari sincia itu Ru Yen terlambat bangun. Qing amat marah dan hendak memukuli Ru Yen. Ru Yen amat ketakutan dan mengubah dirinya menjadi kecil kemudian bersembunyi diantara tumpukan sampah dipengki. Qi Ming memukuli pengki itu dan berteriak memanggil Ru Yen. Tapi Ru Yen tidak pernah muncul lagi. Sejak itu Qi berangsur-angsur menjadi miskin.
Kebiasaan orang-orang didaerah Kanglam atau Jiang Nan ( Su Hang) itu adalah mengikat atau merangkai uang dan menaruh dipengki kemudian berteriak memanggil Ru Yen. Walau sekarang kebiasaan memanggil-manggil nama Ru Yen tidak ada di kalangan orang-orang selatan ( Fu Jian , Guang Dong dan sekitarnya) tapi kebiasaan tidak membuang sampah keluar rumah dan tidak menyapu pada hari sincia itu masih ada. Harapannya adalah semoga Ru Yen tidak diturut terbuang bersama dengan sampah-sampah itu.
Makna atau pesan moral dari cerita ini adalah jangan berlaku kejam kepada bawahan sendiri. Seorang pedagang atau pengusaha tetap memerlukan pelayan/pembantu dalam hal usaha mencapai keinginan. Termasuk siapapun jangan kejam terhadap karyawan atau pembantu. Karena tanpa mereka juga kita tidak bisa apa-apa.
2. (JANGAN) MEMBERI ANGPAO UNTUK YANG BELUM MENIKAH 
Mengapa orang yang belum menikah tidak boleh memberi angpao, malah mendapat angpao ? Orang yang telah menikah dalam budaya Tionghoa dianggap mereka telah mapan dan secara ekonomi lebih baik daripada mereka yang belum menikah. Juga perkembangan psikologis bagi mereka yang menikah rata2 lebih baik daripada mereka yang belum menikah. Mereka yang telah menikah dianggap telah berhasil membentuk suatu keluarga yang baru. Dan walaupun status adik , tapi jika telah menikah , kedudukannya lebih tinggi dari kakaknya yang belum menikah. Untuk itu biasanya sang adik memberi angpao kepada kakaknya. Tidak perduli berapa umur kakaknya dan tidak perduli berapa kekayaan kakaknya. Tapi hal ini tidak berlaku bagi mereka yang memiliki karyawan. Mereka yang belum menikah tapi memiliki karyawan diwajibkan memberi angpao sebesar 1 bulan gaji kepada karyawannya. Biasanya angpao untuk karyawan itu diberikan pada tgl 23 atau 24 bulan 12. Ini diutamakan sebab mereka para karyawan juga memerlukan uang untuk mempersiapkan diri menyambut Imlek.
Bagi yang belum menikah, tetap berhak menerima angpao walaupun secara umur, seseorang itu sudah termasuk dewasa. Ini dilakukan dengan harapan angpao dari orang yang telah menikah akan memberikan nasib baik kepada orang tersebut, dalam hal ini tentunya jodoh. Bila seseorang yang belum menikah ingin memberikan angpao, sebaiknya cuma memberikan uang tanpa amplop merah. Namun tradisi di atas tidak mengikat. Sekarang ini, pemberikan angpao tentunya lebih didasarkan pada kemapanan secara ekonomi, lagipula makna angpao bukan sekedar terbatas berapa besar uang yang ada di dalamnya melainkan lebih jauh adalah bermakna senasib sepenanggungan, saling mengucapkan dan memberikan harapan baik untuk 1 tahun ke depan kepada orang yang menerima angpao tadi.
3. (JANGAN) MENANGIS
Menangis pada saat Tahun Baru diyakini berdampak negatif karena dapat menimbulkan kesialan dan membuat korbannya menangis terus-menerus sampai satu tahun ke depan. Akan tetapi, pantangan ini tidak berlaku bagi anak kecil yang menangis pada hari Imlek.
4. (JANGAN) BERKATA BURUK
Setiap orang yang merayakan Imlek sebaiknya tidak mengeluarkan kata-kata kasar, kotor atau yang bermakna buruk dan sial. Kata “empat” atau "si" juga ada baiknya dihindari karena mengandung negatif, yaitu kematian. Satu tabu lagi yang perlu dijauhi adalah menceritakan kisah kematian dan cerita hantu. Di hari Imlek , keluarga besar saling berkunjung dan rumah yang sedang dikunjungi disibukkan dengan berbagai persiapan untuk menyambut mereka. Berkata hal-hal yang buruk dirasa kurang pantas dalam suasana imlek dan juga bagi para tamu yang datang kerumah. 
5. (JANGAN) HUTANG 

Lunasilah seluruh utang sebelum Imlek dan hindari meminjamkan uang pada hari itu. Jika tidak, ada kemungkinan orang tersebut akan terus dipinjami uang oleh orang lain sepanjang tahun.

6.(JANGAN) KERAMAS 

Hindari mencuci rambut saat Imlek tiba karena bermakna mengusir semua keberuntungan sampai satu tahun ke depan.

7. (JANGAN) BERPAKAIAN WARNA HITAM DAN PUTIH

Pakaian berwarna hitam dan putih sering dikenakan orang Tionghua pada saat berkabung dan melayat ke tempat duka , jika ada salah satu kerabat atau teman meninggal dunia. Karena itu hindari pemakaian pakaian warna hitam dan putih di saat Imlek yang semestinya berlangsung dengan penuh suka cita menyambut tahun baru. 

8.(JANGAN ) MENGGUNAKAN BENDA TAJAM
Pisau atau gunting disebut-sebut dapat menjauhkan keberuntungan. Akan tetapi, hal tersebut bisa dihindari dengan menghindari penggunaan dua alat tajam itu pada saat Imlek.

9.(JANGAN ) MERUSAK
Dalam tradisi Tionghua , tabu untuk merusak sesuatu di hari Imlek , jika dilanggar , dipercaya bisa membawa nasib buruk . Contohnya adalah memecahkan gelas dan piring. 

10.(JANGAN ) MEMBUNUH
Menurut buku yang di tulis oleh seorang bermarga Dong dari masa dinasti Jin, dituliskan bahwa urutan penciptaan dalam mitologi penciptaan NvWa: [1] hari pertama ayam , [2] anjing ,[3] babi , [4] kambing , [5] sapi , [6] kuda , [7] manusia , [8] padi-padian 
Hari ketujuh itu kemudian diperingati sebagai hari manusia atau renri. Semua manusia berulangtahun di hari itu. Terlepas dari tanggal lahir, terutama mereka-mereka yang oleh suatu sebab tidak mengetahui secara pasti tanggal kelahirannya.
Di masa kaisar Cheng dari Dinasti Han , ada satu perintah untuk melarang membunuh ayam di hari Imlek. Ini juga berkaitan dengan kepercayaan di masa Dinasti Qin - Dinasti Han tentang "tujuh hari" mencipta.[1] hari pertama ayam , [2] anjing ,[3] babi , [4] kambing , [5] sapi , [6] kuda , [7] manusia. Jadi ketika ada angin kencang itu tidak baik , misal di hari pertama , tidak baik bagi ayam.  Berhubung ke mitologi penciptaan itu, di hari-hari masing binatang, ada tradisi untuk tidak menyembelih binatang yang bersangkutan. Di hari manusia biasanya diperingati dengan makanan 7 macam, bisa itu 7 macam sayur atau 7 macam ikan atau bercampur.
入正月一日而風, 不利雞; 二日風, 不利犬; 三日風, 不利豕; 四日風, 不利羊; 五日風, 不利牛; 六日風, 不利馬; 七日風, 不利人 [Qin Daybook B - Fangmatan]

11.(JANGAN) MEMEGANG BARANG TERTENTU
Barang-barang yang dinilai berkonotasi negatif di saat Imlek adalah buku, menyajikan buah pir, jam. Jadi barang-barang seperti ini sebaiknya dihindari untuk disentuh di hari Imlek.
Zhonghua Wenhua

HAL YANG BIASA DILAKUKAN SAAT IMLEK

1. KEMBANG API DAN LAMPION 

Menurut legenda , leluhur orang Tionghua ketakutan oleh mahluk bernama Nian yang bisa memakan apa saja termasuk manusia. Orang-orang yang telah ketakutan mendengar Nian kemudian menghitung kapan giliran manusia dimakan oleh Nian. Hasil perhitungan itu tepat 365 hari Nian makan manusia. Kebiasaan Nian makan di malam hari dan kembali ke sarangnya digunung ketika ayam berkokok. Hari tersebut adalah Guansha , gerbang kesialan yang disebut Nian Guan. Gerbang ini bukan gerbang yang sebenarnya tapi gerbang harafiah yang bisa diartikan sebagai ujian , hambatan . Kalau bisa luput dari hal tersebut maka disebut Guo Nian Guan yang artinya lolos dari bencana hambatan Nian.

Suatu saat , Nian mengobrak-abrik suatu kampung di daerah Jiang Nan. Hampir seluruh penduduk dilahap Nian. Tetapi ada satu rumah yang luput karena di pintu rumahnya digantung kain merah. Penghuninya adalah pengantin baru yang juga berbusana merah turut selamat bersama beberapa anak kecil yang lagi bermain api dengan membakar bambu. Nian ternyata takut dengan kain berwarna merah , suara bambu yang meledak terbakar bersama percikan api yang keluar.
Mitologi Monster Nian diperkirakan muncul di masa Chunqiu . Bunyi-bunyian yang dipakai itu untuk mengusir Nian itu bukan petasan melainkan bambu yang dibakar dan oleh sebab itu muncul sebutan baozhu atau bambu yang meledak. Ruas-ruas bambu itu mengandung udara yang kalau dibakar akan meletus. Di buku Shijing atau Kitab Nyanyian sudah disebut tingliao yang artinya bambu terbakar sampai keluar bunyi ledakan.Mitologi ini masih bertahan dalam bentuk tradisi . Orang Tionghua sekarang menggantung lampion merah, kuplet merah , menyalakan kembang api dan tetap bergadang menjelang datangnya tahun baru imlek.
2. KUPLET 
Apa itu Kuplet atau "Sajak Berpasangan"? "Sajak Berpasangan" disebut juga Yinglian。(sajak berpasangan yang dipasang di tiang) , duizi .Dibentuk dari kombinasi dua bait atau baris kalimat yang disebut kombinasi atas dan kombinasi bawah. Bentuk dan isi kombinasi atas dan bawah memiliki aturan yang ketat。Sajak berpasangan adalah , sebuah bentuk seni sastra yang unik , yang hanya dimiliki oleh bahasa Mandarin . Selain itu , sajak berpasangan juga semacam puisi atau sajak dengan bentuk yang khas, salah satu bentuk seni kaligrafi huruf Mandarin.
Jenis-jenis kuplet atau duilian (sajak berpasangan) dibagi berdasarkan lokasi dan tujuan pemasangannya. Misalkan chunlian (untuk tahun baru musim semi atau Chinese New Year) , yinglian (sajak yang digantung pada tiang), tanglian (dipasang pada dinding , aula , altar keluarga), shoulian (untuk ulang tahun), wanlian (untuk duka cita) , mingshenglian (ditempat terkenal atau tempat bersejarah), hangyelian (untuk usaha) dan seterusnya.
Salah satu contoh chunlian 春联 untuk tahun baru musim semi. 
3.MEMBERSIHKAN RUMAH 
Kebiasaan membersihkan rumah pada tanggal 23 - 24 itu adalah berasal dari legenda bahwa jaman dahulu itu manusia memiliki dewa yang disebut san shi shen yang mengikuti manusia bagaikan bayangan. Dewa ini adalah dewa yang rese serta suka mengadu yang tidak-tidak kepada Yu Di. Lama kelamaan image manusia di mata Yu Di ini menjadi buruk. Suatu hari San Shi Shen ini mengadu kepada Yu Di bahwa manusia itu sukanya mengutuk Yu Di serta berencana melawan kekuasaan Yu Di. Yu Di amat marah mendengar hal itu lantas membuat tanda sarang laba-laba dirumah-rumah yang hendak dibantai. Dan memerintahkan Wang Ling Guan untuk membantai manusia pada tanggal 30 dirumah-rumah yang ditandai dengan sarang laba-laba itu.
San Shi Shen amat senang dan tidak pandang bulu semua rumah ditandai dengan sarang laba-laba. Zhao Jun mendengar hal ini amat sangat terkejut dan membuat suatu rencana bahwa pada tanggal 23 -30 (hari menjemput Zhao Jun) semua rumah harus membersihkan dari segala macam kotoran dan semuarumah harus sudah bersih pada tanggal 30. Jika tidak bersih pada tanggal 30 Zhao Jun tidak akan mau datang kerumah itu.
Hal ini dilaksanakan oleh semua manusia dan ketika tanggal 30 Wang Ling Guan datang untuk memeriksa amat terkejut melihat semua rumah bersih dan orang-orang bersembayang kepada para leluhur serta meminta perlindungan untuk tahun depan, semoga tahun yang baru membawa harapan yang baru ( Xin Nian Ru Yi). Wang Ling Guan melaporkan hal ini kepada Yu Di , membuat Yu Di marah besar dan memeriksa San Shi Shen serta menggampar mulutnya sebanyak 300 kali dan menghukumnya di penjara langit selama-lamanya.
Kebiasaan membersihkan rumah ini menurut catatan kitab kuno Lu Si Cun Qiu sudah ada sejak jaman pemerintahan Yao dan Sun. Kisah-kisah Zhao Jun mencatat perbuatan manusia juga sudah ada sejak lama. Pada masa Dinasti Ming dan Song kebiasaan mengantar Zhao Jun itu selalu disertai arak dan mengoleskan arak diseluruh rupang atau tulisan /papan dewa Zhao Jun. Dengan harapan Zhao Jun mabok dan tidak bisa melaporkan hal-hal buruk manusia dengan baik. Pada masa Dinasti Ming dan Qing itu kebiasaan berubah menjadi menorehkan madu dan mempersembahkan yang manis-manis kepada Zhao Jun.
Beberapa kisah menarik seputar hal ini . Pada masa dinasti Ming diceritakan bahwa ada satu pelajar yang hendak memperkosa pembantunya tapi untunglah sipembantu berhasil meloloskan diri. Pada saat kejadian itu istri si pelajar bermimpi ada dua orang yang sedang bercakap-cakap . Yang satu adalah Zhao Jun dan satunya adalah pembantunnya ( Zhao Jun ada dua pembantu yaitu Shan Guan dan E Guan ). Pembantunya berkata ,"Orang seperti ini perlukah kita putuskan garis keturunan atau memotong umurnya ?" Zhao Jun berkata ,"Jangan dahulu , lebih baik kita lihat saja apakah orang tersebut bisa menyesal atau tidak"
Istri sipelajar kaget dan esoknya menceritakan mimpinya kepada suaminya. Sang suami amat terkejut dan tidak menyangka perbuatan buruknya bisa dicatat oleh Zhao Jun. Seketika itu dirinya amat ketakutan dan insaf atas perbuatan buruknya, ia juga menikahkan pembantunya dengan pasangan yang cocok. Sejak hari itu pula ia banyak berbuat baik dan berusaha menjauhi kejahatan. Kemudian istrinya bermimpi lagi bertemu dengan Zhao Jun. Zhao Jun berkata ," Bersyukurlah suamimu tidak lagi melakukan perbuatan buruk serta banyak berbuat baik bahkan menikahkan pembantunya dengan pasangan yang cocok. Atas perbuatan baik ini Saya khusus melaporkan hal ini kepada Yu Di dan minta agar umur suamimu diperpanjang."
Kitab dinasti Han mencatat pada masa pemerintahan Xuan Di ada orang bernama Yin Zhi Fang melihat penampakan Zhao Jun. Yin adalah org yang miskin tapi baik hati. Ketika itu Yin amat sangat kaget dan sujud. Saat itu pula ia memotong anjing peliharaannya untuk dipersembahkan pada Zhao Jun. Zhao Jun amat terharu dan memberi rejeki kepada Yin ZhiFang sehingga Yin menjadi org yang kaya raya tapi tetap baik hati dan rajin beramal serta rendah hati.
Pada masa dinasti Qing upacara pengantaran Zhao Jun ke surga sudah amat umum bahkan cenderung berlebihan dan berbau menyogok Zhao Jun agar menceritakan hal2 yang baik saja. Zhao Jun diceritakan amat marah kepada satu keluarga yang berkelahi melulu , tidak akur sesama saudara , berlaku kejahatan , menyebar gosip yang tidak benar serta tidak mau berbuat baik , hobbynya menyogok para dewa. Zhao Jun diceritakan menampakkan diri dan mengatakan,"Tidak perduli seberapa besar persembahanmu kepadaKu , tidak perduli berapa banyak hartamu , tidak perduli seberapa tinggi kedudukanmu. Hal-hal itu tidak akan menggoyahkan diriKu untuk mengatakan hal-hal yang sebenarnya. Perbuatan-perbuatan baik dan menghindari perbuatan-perbuatan buruk itulah persembahan untukku.  Jika kalian bisa berubah pada hari penyambutan diriKu , maka AKU akan melindungi keluarga kalian."
Dari cerita-cerita diatas , bisa kita ambil hikmahnya bahwa upacara pengantaran Zhao Jun pada tanggal 23-24 itu adalah upacara intropeksi diri kita dan pada tanggal 30 upacara penyambutan Zhao Jun adalah upacara bagi diri kita agar bisa berbuat baik lebih banyak lagi. Persembahan sederhana tapi tulus lebih berharga daripada persembahan mewah.
Membersihkan rumah , mencat dan memperbaiki rumah selama 6 hari adalah hal yang dapat dikatakan kita juga merawat rumah yang telah kita diami selama setahun itu.
4. BERKUNJUNG DAN SOJA.
Banyak upacara atau hari-hari perayaan tradisi dimana menekankan kepada beberapa faktor seperti berkumpulnya anggota keluarga  dan terjaganya hubungan kekerabatan keluarga , penghormatan leluhur dan makan-makan. Demikian juga pada hari Imlek. Pertama kali yang dilakukan di hari Imlek adalah memberi pai atau soja kepada sesama penghuni rumah. Yang muda terlebih dahulu pai sama yang lebih tua misalkan kakak , orangtua atau kakek-nenek jika tinggal disatu atap. Setelah itu dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah saudara atau kerabat . 
Posisi tangan yang benar untuk soja atau pai dalam konteks sikap umum dan bukan dalam konteks keagamaan , adalah:
  1. Kedua telapak tangan disatukan dan menempelkan kedua jempolnya pada tengah-tengah dada.
  2. Mengait-ngaitkan jari2 tangan kanan dan kiri, keduanya dikepalkan dan diangkat sampai batas leher.
  3. Tangan kanan dan kiri membentuk kepalan terpisah dan keduanya ditangkupkan didepan dada/sebatas leher.
  4. Tangan kiri dibungkus tangan kanan dan diangkat didepan dada/sebatas leher.
  5. Tangan kanan dibungkus tangan kiri dan diangkat didepan dada/sebatas leher.
  6. Bisa salah satu diantara diatas. Sama saja.
Yang benar itu adalah sikap ke lima.  Alasannya, ada makna kultural dibalik sikap tersebut, dimana tangan kanan adalah tangan yang sering berbuat kesalahan, sehingga perlu ditutupi (oleh tangan kiri) sewaktu bersoja/pai, untuk memberi penekanan kepada rasa hormat sekaligus meminta maaf atas kesalahan selama ini. Sikap kelima yang dimaksud adalah Yang Bao Yin 陽 包 陰 atau kalau memakai bahasa keseharian adalah kita semua harus memupuk sifat yang baik. Ada dua teknik soja / pai yang berbasis Konghucu dan Tao. Kalau Tao sikap soja nya ke sistem perhitungan waktu dan jalan darah. Sedangkan yang berbasis Konghucu diartikan sebagai Yin dan Yang , Ibu dan Ayah , lantas delapan jari tangan itu mengingatkan delapan sifat luhur atau Ba De. Jadi sikap soja / pai dikalangan Tionghoa tidak sesederhana jabat tangan dalam tradisi lain , mengandung pengertian yang luas secara tidak langsung mengajarkan banyak hal terhadap kita.
Aturan posisi tangan juga menunjukkan tingkat derajat kekebarabatan dan umur.  Posisi tangan dibawah  ulu hati untuk ditujukan kepada derajat yang lebih rendah  misalkan ponakan , cucu. Sedangkan posisi tangan sejajar untuk yang satu level , seperti sepupu. Posisi tangan sejajar mulut untuk ibu dan ayah, atau posisi kekerabatan yang lebih tinggi seperti paman , kakek dan seterusnya. Posisi tangan sejajar dahi adalah pai untuk dewa atau "Tuhan"
5. MELEPAS SEPATU
Banyak upacara atau hari-hari perayaan tradisi dimana menekankan kepada beberapa faktor seperti berkumpulnya anggota keluarga  dan terjaganya hubungan kekerabatan keluarga , penghormatan leluhur dan makan-makan. Demikian juga pada hari Imlek ketika sedang berkunjung ke satu rumah , sepatu sebaiknya dilepaskan sebelum masuk kedalam rumah. Di hari Imlek ada pantangan untuk menyapu (lihat no 4) . Dan sepatu membawa kotoran dan debu , jadi sebaiknya sepatu dilepas.
6. MEMBERIKAN ANGPAO 
Angpao sendiri adalah dialek Hokkian, arti harfiahnya adalah bungkusan/amplop merah. Sebenarnya, tradisi memberikan angpao sendiri bukan hanya monopoli tahun baru Imlek, melainkan di dalam peristiwa apa saja yang melambangkan kegembiraan seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru dan lain2, angpao juga akan ditemukan.
Angpao pada tahun baru Imlek mempunyai istilah khusus yaitu "Ya Sui", yang artinya hadiah yang diberikan untuk anak2 berkaitan dengan pertambahan umur/pergantian tahun. Di zaman dulu, hadiah ini biasanya berupa manisan, bonbon dan makanan. Untuk selanjutnya, karena perkembangan zaman, orang tua merasa lebih mudah memberikan uang dan membiarkan anak2 memutuskan hadiah apa yang akan mereka beli. Tradisi memberikan uang sebagai hadiah Ya Sui ini muncul sekitar zaman Ming dan Qing. Dalam satu literatur mengenai Ya Sui Qian dituliskan bahwa anak2 menggunakan uang untuk membeli petasan, manisan. Tindakan ini juga meningkatkan peredaran uang dan perputaran roda ekonomi di Tiongkok di zaman tersebut.
Orang Tionghoa menitik beratkan banyak masalah pada simbol-simbol, demikian pula halnya dengan tradisi Ya Sui ini. Sui dalam Ya Sui berarti umur, mempunyai lafal yang sama dengan karakter Sui yang lain yang berarti bencana. Jadi, Ya Sui bisa disimbolkan sebagai "mengusir/meminimalkan bencana" dengan harapan anak2 yang mendapat hadiah Ya Sui akan melewati 1 tahun ke depan yang aman tenteram tanpa halangan berarti.Di dalam tradisi Tionghoa, orang yang wajib dan berhak memberikan angpao biasanya adalah orang yang telah menikah, karena pernikahan dianggap merupakan batas antara masa kanak2 dan dewasa. Selain itu, ada anggapan bahwa orang yang telah menikah biasanya telah mapan secara ekonomi. Selain memberikan angpao kepada anak2, mereka juga wajib memberikan angpao kepada yang dituakan.
7. (PRA-IMLEK) POTONG RAMBUT
Rambut adalah pemberian orangtua jadi wajib untuk dijaga. Kalau rambut tidak dipotong-potong dari kecil tentunya akan panjang sekali dan merepotkan. Jadi tetap saja rambut sebaiknya dirapihkan setahun sekali sebelum Imlek.
8.BERPAKAIAN BAJU MERAH 
Sejak lama, warna merah melambangkan kebaikan dan kesejahteraan di dalam kebudayaan Tionghoa. Warna merah menunjukkan kegembiraan, semangat yang pada akhirnya akan membawa nasib baik.Pakaian berwarna merah yang berarti kebahagiaan, keceriaan, dan memberi keyakinan akan adanya masa depan yang cerah.
9.(PRA-IMLEK) MERENUNGKAN DIRI
Malam sebelum imlek adalah malam perenungan atas apa yang telah dicapai dan juga kesalahan yang dibuat setahun ini. Inilah masanya melihat ke dalam diri dan kalau percaya ya melapor kepada "yang diatas" kalau kita itu mengaku dan berjanji akan bertobat. Inilah asal muasal tradisi mengenai dewa dapur yang telah dibahas diatas dan melaporkan kesalahan dan katanya harus disogok. Harap maklum kalau orang Tionghoa di jaman dulu banyak yang tidak mendalami filsafat, jadi dalam mengajarkan nilai-nilai luhur filsafat Tionghoa para pemuka/cendekiawan sering menciptakan legenda dan dongeng yang memang berpotensi diselewengkan seperti misalnya cerita menyogok dewa dapur dengan yang manis-manis. Sebenarnya adalah anda sendiri yang harus intropeksi diri, merenungkan pencapaian, kegagalan dan kesalahan. Masalah mau lapor ke Tian, Tuhan, Buddha, Po Sat, terserah kepercayaan masing-masing.
10.KERTAS MERAH DI PINTU
Biasanya lewat tengah malam ada tradisi menyambut dewa rejeki, ini juga sudah terdegradasi menjadi hanya sembahyangan belaka. Menyambut atau membeli dewa rejeki itu sebenarnya adalah anda itu membeli ucapan semoga dilimpahi rejeki tahun ini dari mereka-mereka yang membutuhkan sedekah yaitu para fakir miskin dan yatim piatu.
Dulu banyak orang miskin pas sincia mengunjungi satu persatu rumah mengucapkan selamat tahun baru, lalu kita memberikan sukarela dan ucapan dia dituliskan di kertas merah lalu dia menempelkan kertas merah itu di depan pintu kita. Ini baru namanya menyambut dewa rejeki, bukannya berlomba-lomba membuat rekor untuk hio terbesar , lilin terbesar.
Dimalam tahun baru kertas merah dengan huruf "rezeki" di balik posisinya sehingga artinya dao terbalik. Maknanya adalah disaat pergantian tahun baru  , Fu atau rejeki bisa berputar sesuai pergantian tahun. Artinya rejeki datang ditahun yang baru.
11. BERTUKAR JERUK
Jeruk mempunyai banyak nama sebutan di dalam bahasa Mandarin, salah satunya adalah gan ju atau gan jie. Ju dari gan ju dapat disamakan dengan ji (baik, bagus) dalam frase ji li (peruntungan baik). Tionghua di kawasan Tiongkok Selatan dan Asia Tenggara mempunyai tradisi membawa dua sampai empat jeruk mandarin ketika mereka mengunjungi kerabat dan relasi di hari Imlek. Jeruk dalam dialek Hokkian disebut sebagai kam , kiet.  Dalam dialek Cantonese , jeruk mandarin terdengar seperti emas , sehingga memberikan jeruk mandarin dianggap membawa keberuntungan bagi tuan rumah. Sebagai timbal balik , tuan rumah juga memberikan jeruk kepada tamunya.
Masalah jeruk ini sebenarnya tidak terlalu ruwet. Simbolitas di dalam kebudayaan Tionghoa itu sangat banyak jenisnya, salah satunya adalah persamaan lafal. Lafal yang sama, walaupun tidak dari karakter yang sama dapat dijadikan sebagai perlambang ini dan itu. Lagipula, hasil panen jeruk biasanya mencapai puncaknya pada musim dingin di belahan bumi utara (November - Januari). Ini menyebabkan jeruk dipandang sebagai sebuah ikon yang harus ada menyertai perayaan tahun baru Imlek. Ditambah dengan kenyataan bahwa jeruk telah dipandang sebagai buah berharga yang dapat dijadikan upeti persembahan kepada kaisar sejak lama, mulai dari Dinasti Jin (abad 4 Masehi). Tukar menukar dapat diartikan sebagai perimbangan balik, bukan cuma tahu menerima saja.
Dengan saling memberi (menukar), setiap orang akan mendapat ucapan dan pemberian peruntungan dari orang lain. Ini tergantung adat setempat, karena di banyak daerah, tidak ada tradisi tukar menukar. Biasanya hanya tamu yang berkunjung membawakan jeruk dan hadiah lainnya untuk tuan rumah. Sebagai balasannya tentu saja tuan rumah akan menjamu sang tamu.
 12.(PASCA IMLEK) MAKAN TUJUH SAYUR - RENRI
Di hari ketujuh setelah Imlek disebut Renri . Ada tradisi makan sayur tujuh macam. Sayurnya bisa apa saja yang terpenting masih berwarna hijau. Tradisi ini juga melambangkan hari dimana akan diturunkannya keberuntungan kepada umat manusia dibumi. Tradisi ini merupakan tradisi lama yang berakar dari masa Dinasti Han. Tradisi ini dirayakan oleh semua Tionghua dan juga yang terpengaruh oleh budaya Tionghua seperti Korea , Jepang dan Vietnam. Tradisi ini berhubungan juga dengan tabu berikutnya di hari imlek yaitu tabu untuk membunuh.
13.MAKANAN IMLEK
Jika orang Barat mengatakan "Say it with flowers" maka orang Tionghua akan berkata "Say it with foods". Banyak upacara atau hari-hari perayaan tradisi dimana menekankan kepada beberapa faktor seperti berkumpulnya anggota keluarga  dan terjaganya hubungan kekerabatan keluarga , penghormatan leluhur dan makan-makan.  Dan dalam kehidupan sehari-hari hingga hari ini jika bersua dengan orang lain mayoritas bertanya ,"Sudah makan ?" Hadiah pemberian bagi orang lain ketika Imlek , Pek Cun , Tiong Ciu juga selalu makanan bukan hadiah lainnya. (Lihat pula bagian tradisi bertukar jeruk di bagian lain) . Dari sini kita bisa melihat bahwa budaya makan sudah mengakar ribuan
Pepatah mengatakan MIN YI SHI WEI TIAN ,  bukan berkaitan dengan Tian sebagai Tuhan atau langit. Tapi rakyat atau orang Tionghua beranggapan bahwa makanan merupakan yang terutama. Hal ini tidaklah aneh jika kita melihat penderitaan para petani atau rakyat kebanyakan selama ribuan tahun. Mereka mengutamakan masalah makan atau perut. Kaisar harus mengutamakan masalah rakyat dan masalah rakyat adalah ekonomi atau makan. Hal ini ada tercatat dalam kitab Han Shu .
Berdasarkan kepercayaan orang-orang Tionghoa yang kaya pada umumnya selalu  menyediakan 12 macam masakan dan 12 macam kue-kue yang mewakili  lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Hidangan yang dipilih biasanya  hidangan yang mempunyai arti yang berkaitan dengan kemakmuran, panjang umur,  kebahagiaan maupun keselamatan. Walaupun demikian bagi mereka yang tidak  mampu maka cukup dengan makan mie panjang umur (siu mie) dan minum arak.
HIDANGAN UTAMA
Samseng | Saat merayakan tahun baru Imlek kebanyakan orang Tionghoa membuat Samseng  yang terdiri dari tiga jenis macam  binatang yaitu ikan bandeng, ayam betina, dan daging babi. Samseng lebih berkaitan dengan tiga alam yaitu Langit, Bumi dan Air.  Dimana karena tiga alam inilah kita bisa hidup. Dalam Buddhism yang berkembang sekarang ini, ada beberapa orang yang  mengkaitkan dengan lobha, dosa dan moha seperti yang hendak sdr.Ucup sampaikan secara tersirat. Tapi pada awalnya adalah berkaitan dengan 3 alam. Binatang yang  merepresentasikan tiga alam itu dipersembahkan kepada Yang Tertinggi  yaitu dalam konteks pandangan orang Tionghoa adalah 3 unsur alam.
Mie | Disamping itu seperti juga pada saat merayakan pesta ulang tahun ,  mie juga merupakan  satu makanan wajib, sebab mie itu melambangkan panjang umur terutama Siu Mie  atau Shou Mian = "Mie panjang umur". Mie ini harus disajikan tanpa putus dari  ujung awal ke ujung akhir jadi benar-benar merupakan satu untaian mie, sebab  dengan demikian diharapkan umur kita panjang . Walaupun demikian pada saat mau disantap mie tersebut boleh dipotong,  maklum apabila saatnya tiba toh akhirnya usia manusia tersebut akan putus  juga.
Yusheng |  Yusheng 鱼生 didasarkan pada faktor berkumpulnya anggota keluarga dan terjaganya hubungan kekerabatan karena porsi satu piring besar Yusheng bisa disantap sampai 8 orang sehingga tidak cocok untuk dimakan sendiri saja. Yusheng ini tampaknya mulai populer sebagai makanan khas imlek walau harganya cukup tinggi karena pakai bahan ikan salmon dan menunya keluar setahun sekali. Yusheng dikenal juga dengan nama Yeesang atau Lohei yang merupakan hidangan bergaya Theochew dengan bahan utama ikan yang biasanya ikan salmon. Yusheng sendiri secara literal memang berarti ikan mentah tapi pengucapannya mirip dengan yusheng yang berarti keberuntungan dan kemakmuran.  Sejarahnya dimulai dari kawasan pantai Guangzhou. Dalam perayaan festival Renri , hari manusia , hari ulang tahun bagi seluruh manusia atau hari ketujuh setelah Imlek . Urutan lengkapnya berdasarkan urutan penciptaan dalam mitologi penciptaan Nv Wa yang secara berurutan dimulai dari ayam di hari pertama - anjing - babi - kambing - sapi - kuda - manusia di hari ketujuh. Itulah latar belakang nelayang mengadakan pesta atas tangkapan ikannya. Perkembangan berikutnya dari Yusheng menjadi bentuknya yang seperti sekarang dimulai dari Chaozhou dan Shantou dimasa Dinasti Song Selatan. Bentuk Yusheng kembali mengalami perkembangan di kalangan Tionghua yang berada di semenanjung Malaya.
Kuotie | Jiaozi di kawasan Tiongkok utara dan Kuotie yang populer di kalangan Tionghua diaspora merupakan salah satu menu utama yang disajikan di hari Imlek. Bentuk makanan ini seperti uang tael , sehingga dipercaya dengan menyajikannya di hari Imlek bisa membawa kemakmuran dan keberuntungan. Menurut legenda , jenis makanan ini diciptakan oleh Zhang Zhongjing [150-219 M] seorang ahli pengobatan dimasa akhir Dinasti Han. Versi lain ada yang menyebutkan makanan tradisional ini sudah ada 1600 tahun yang lalu.
Ragam Masakan Lain |  Babi Kecap , Masakan Rebung , Opor Ayam , Jeroan , Sambel Goreng Ati-Ampla . Ini tergantung kawasan dimana Tionghua berada. 
Daftar Tabu : Bubur , Paria atau Pare , Fumak. Selain makanan yang wajib disajikan ada juga makanan yang sebaiknya  dihindari atau dipantangkan seperti bubur, sebab ini melambangkan kemiskinan  atau kesusahan. Maklum pada saat musim  kelaparan di Tiongkok mereka tidak  bisa menyajikan nasi. Disamping itu makanan-makanan yang berasa pahit  seperti pare dan fumak sebaiknya ini juga dihindari sebab makanan tersebut  melambangkan kepahitan hidup.
         KUE-KUEAN
Kue Keranjang | Kue ini merupakan sajian wajib di hari Imlek. Dia mendapat nama dari cetakannya yang  terbuat dari keranjang bambu . Bungkusan kue ini terbuat dari daun pisang agar lebih nikmat . Daun pisang di taruh didekat bara api atau diasapi supaya lentur , mudah dilipat dan tidak mudah sobek. Dengan daun pisang ini aroma kue keranjang bisa lebih harum.  Kue Keranjang di Tiongkok lebih dikenal sebagai Niangao yang terbuat dari nasi lengket. Niangao ini bisa dimakan sepanjang tahun , tetapi perannya menjadi sangat penting di hari Imlek. Kata "nian"  berarti lengket yang bunyinya mirip dengan "nian" 年 yang artinya tahun. Kata "gao" 糕 berarti kue berbunyi mirip dengan "gao" 高 yang artinya tinggi. Oleh sebab itu kue keranjang sering  disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna  peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu banyaknya  atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah.  Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di  bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak  dan mekar seperti kue mangkok.Dibandingkan dodol , kue keranjang lebih tahan lama dan bisa bertahan lama. Dalam kasus tertentu , kue keranjang bisa bertahan lebih dari setahun dengan kondisi agak keras daripada sebelumnya dengan rasa yang tidak berubah.
Kue Lapis Legit | Kue wajib lainnya adalah kue lapis legit (spekkoek) sebagai pelambang  datangnya rezeki yang berlapis-lapis dan saling tumpang tindih di tahun yang  akan datang, sehingga dengan demikian bisa dapat merasakan kehidupan yang  lebih lebih manis dan lebih legit lagi. Kue lapis legit yang sering juga  disebut sebagai "Thousand Layer Cake", walaupun memang benar menggunakan  mentega dari Belanda (roomboter), tetapi orang-orang di Belanda nya sendiri,  mereka tidak mengenal kue itu. Mungkin perkataan "spek" ini diambil dari  bahasa Belanda yang berarti lapisan lemak babi (bacon = bhs Inggris), karena  bentuknya mirip spek. Menjelang Imlek , harga telur kampung di Indonesia biasanya naik drastis karena permintaan yang tinggi dari konsumen yang hendak membuat kue lapis legit berkualitas. 


Kue-Kue Lain | Kue Bugis , Kue Bika Ambon , Wajik , Kue Mangkok (huatkue 發粿), Kue Ku Merah ( Angkukue ), Kue Ladu , Kue Pepe , Kue Pisang , .  Kue-kue yang disajikan pada hari raya tahun baru Imlek pada umumnya ada jauh  lebih manis daripada biasanya, sebab dengan demikian diharapkan di tahun  mendatang jalan hidup kita bisa menjadi lebih manis lagi daripada di  tahun-tahun sebelumnya.

BUAH BUAHAN

Pisang | Pisang Raja atau Pisang Emas melambangkan emas dan kemakmuran.
Jeruk Kuning | Diusahakan yang ada daunnya sebab melambangkan kemakmuran yang akan tumbuh terus.(Lihat juga bagian "Tradisi Bertukar Jeruk") 
Tebu | Melambangkan kehidupan manis yang panjang.
Jeruk Bali | Jeruk Bali dalam Budaya Tionghua disediakan untuk menyambut hari Imlek. Jeruk bali sering dipakai dan juga jeruk-jeruk yang ada daunnya - sebab musim ini biasanya juga musim jeruk kalau diutara khatulistiwa. Masalah jeruk ini sebenarnya tidak terlalu ruwet. Simbolitas di dalam kebudayaan Tionghoa itu sangat banyak jenisnya, salah satunya adalah persamaan lafal. Lafal yang sama, walaupun tidak dari karakter yang sama dapat dijadikan sebagai perlambang ini dan itu. Lagipula, hasil panen jeruk biasanya mencapai puncaknya pada musim dingin di belahan bumi utara (November - Januari). Arti kata Jeruk Bali dalam bahasa Latin adalah citrus maxima atau citrus grandis yang kurang lebih berarti Jeruk Besar. Dalam bahasa Mandarin disebut Youzi 柚子 yang bermakna you 佑 atau 庇佑 perlindungan. Sebenarnya ditempat asalnya biasa dipakai pada saat Tiongciu Pia , karena pada saat itu itulah mereka berbuah , tetapi disini berbeda. Arti lainnya adalah persatuan dan berkumpulnya keluarga karena modelnya yang bulat besar.
Nanas | Secara umum buah-buah berduri seperti salak dan durian ditabukan. Nanas adalah kekecualian karena dalam bahasa Mandarin adalah Wang Li yang bunyinya mirip dengan kata "berjaya" atau mahkota raja.
Daftar Tabu : Buah-buahan yang ada durinya (kecuali nanas , lihat diatas) seperti salak dan durian. 
MANISAN
Selain itu, tentu harus ada teliau 茶料 (‘manis-manis teman minum teh’), misalnya tangkue 冬瓜 (‘manisan buah beligo), angco 紅棗 (‘kurma Tiongkok), lengkeng kering, dan gula batu (3 jenis saja).kolang kaling  agar pikiran bisa menjadi jernih terus dan juga agar2 yang sebaiknya  disajikan dalam bentuk bintang agar kehidupan maupun jabatannya dimasa yang  akan datang bisa menjadi lebih terang dan bersinar.
Zhonghua Wenhua