Welcome>>Selamat Datang Di Blog Marga Sung ^^

Kamis, 02 Juli 2015

10 TRADISI TIONGHOA YANG DIPERCAYA DAPAT MEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Setiap Masyarakat  memiliki tradisi yang diyakini dapat membawa dampak positif ataupun negatif. Pada masyarakat Tionghoa, tradisi atau simbol ini dianggap dapat mendatangkan keberuntungan dan kesejahteraan dalam rumah dan keluarga. Berikut ini adalah sepuluh tradisi masyarakat Tionghoa yang dianggap dapat membawa keberuntungan :

1. Bambu
Tanaman ini dianggap sebagai simbol keberuntungan. Bambu juga dianggap dapat membawa solidaritas dan kesatuan dalam keluarga. Tunas bambu yang diikat dengan pita merah melambangkan rasa kesatuan

2. Lampion 
Lampion dianggap dapat membawa keberuntungan dalam pernikahan dan umur panjang. Ini adalah item dekorasi yang dianggap dapat membawa keberuntungan bagi pengantin baru. Lampion Merah juga dipasang saat hari raya Imlek dengan tujuan dapat membawa keberuntungan/rejeki,

3. Koin Emas
Koin emas menyerupai kekayaan. Koin ini biasanya ditaruh di mangkuk atau Anda dapat membeli koin yang diikat dengan simpul mistik untuk membawa keberuntungan ke rumah Anda.

4. Dewa kekayaan
Patung dewa kekayaan juga dianggap dapat membawa keberuntungan ke rumah Anda dalam hal finansial. Namun syaratnya, seseorang harus menghadiahi ornamen ini kepada Anda untuk bisa membawa keberuntungan ke rumah Anda.

5. Pintu merah
Pintu yang dicat merah di awal tahun dianggap dapat membawa keberuntungan ke rumah. Warna merah juga dipercaya membawa sukacita dan kebahagiaan dalam keluarga.

6. Ornamen gajah atau harimau
Gajah termasuk dalam unsur keberuntungan. Patung gajah biasanya ditempatkan di dekat pintu depan rumah untuk mengusir nasib buruk. Jika diletakkan di kamar tidur, ornamen harimau, yang juga merupakan simbol kekuatan, dipercaya dapat menyembuhkan penyakit.

7. Patung Buddha tertawa
Patung Buddha tertawa dapat membawa ketenangan dan keberuntungan ke rumah. Jika patung ini ditempatkan di arah Barat rumah, itu diyakini dapat membawa kebahagiaan dan kekayaan spiritual.

8. Ikan Emas
Ikan mas seperti magnet yang dipercaya dapat mendatangkan kekayaan. Kombinasi terbaik yang diyakini dapat mendatangkan kekayaan adalah kombinasi dari delapan ikan emas berwarna merah atau emas dan satu hitam di dalam akuarium.

9. Kristal
Jika seseorang memiliki anak di rumah, dia disarankan untuk menempatkan kristal di arah timur laut dari rumahnya. Ini dilakukan untuk memastikan keberhasilan datang pada anak dan rumah itu.

10. Simbol bintang
Dalam tradisi Tionghoa dikatakan "Berharaplah pada bintang keberuntungan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan". Menurut budaya China, bintang harus ditempatkan di rumah, sehingga apa pun yang diinginkan dapat terwujud.

Inilah sepuluh simbol / tradisi dalam masyarakat Tionghoa yang dipercaya dapat membawa keberuntungan.


Selasa, 30 Juni 2015

Peh Cun

Duanwu Jie (Hanzi: 端午節) atau yang dikenal dengan sebutan festival Peh Cun di kalangan Tionghoa-Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Tiongkok. Peh Cun adalah dialek Hokkian untuk kata pachuan (Hanzi: 扒船, bahasa Indonesia: mendayung perahu). Walaupun perlombaan perahu naga bukan lagi praktik umum di kalangan Tionghoa-Indonesia, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini.
Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan bakcang (Hanzi: 肉粽, hanyu pinyin: ròuzòng) dan perlombaan dayung perahu naga. Karena dirayakan secara luas di seluruh Tiongkok, maka dalam bentuk kegiatan dalam perayaannya juga berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya. Namun persamaannya masih lebih besar daripada perbedaannya dalam perayaan tersebut.

Asal Usul  Perayaan Festival Peh Cun :   

Peringatan atas Qu Yuan

Zhongzi
Qu Yuan (Hanzi: 屈原) (339 SM - 277 SM) adalah seorang menteri negara Chu (Hanzi: 楚) di Zaman Negara-negara Berperang. Ia adalah seorang pejabat yang berbakat dan setia pada negaranya, banyak memberikan ide untuk memajukan negara Chu, bersatu dengan negara Qi (齊) untuk memerangi negara Qin (秦). Namun sayang, ia dikritik oleh keluarga raja yang tidak senang padanya yang berakhir pada pengusirannya dari ibu kota negara Chu. Ia yang sedih karena kecemasannya akan masa depan negara Chu kemudian bunuh diri dengan melompat ke sungai Miluo. Ini tercatat dalam buku sejarah Shi Ji.
Lalu menurut legenda, ia melompat ke sungai pada tanggal 5 bulan 5. Rakyat yang kemudian merasa sedih kemudian mencari-cari jenazah sang menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri. Kemudian untuk menghindari makanan tersebut dari naga dalam sungai tersebut maka mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai bakcang sekarang. Para nelayan yang mencari-cari jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu naga setiap tahunnya.

Bermula Dari Tradisi Suku Kuno Yue di Tiongkok Selatan

Perayaan sejenis Peh Cun ini juga telah dirayakan oleh suku Yue di selatan Tiongkok pada zaman Dinasti Qin dan Dinasti Han. Perayaan yang mereka lakukan adalah satu bentuk peringatan dan penghormatan kepada nenek moyang mereka. Kemudian setelah terasimilasi secara budaya dengan suku Han yang mayoritas, perayaan ini kemudian berubah dan berkembang menjadi perayaan Peh Cun yang sekarang kita kenal.

Kegiatan Dan Tradisi

  • Lomba Perahu Naga : Tradisi perlombaan perahu naga ini telah ada sejak Zaman Negara-negara Berperang. Perlombaan ini masih ada sampai sekarang dan diselenggarakan setiap tahunnya baik di Tiongkok Daratan, Hong Kong, Taiwan maupun di Amerika Serikat. Bahkan ada perlombaan berskala internasional yang dihadiri oleh peserta-peserta dari manca negara, kebanyakan berasal dari Eropa ataupun Amerika Utara. Perahu naga ini biasanya didayung secara beregu sesuai panjang perahu tersebut.
Bakcang
  • Makan Bakcang : Tradisi makan bakcang secara resmi dijadikan sebagai salah satu kegiatan dalam festival Peh Cun sejakDinasti Jin. Sebelumnya, walaupun bakcang telah populer di Tiongkok, namun belum menjadi makanan simbolik festival ini. Bentuk bakcang sebenarnya juga bermacam-macam dan yang kita lihat sekarang hanya salah satu dari banyak bentuk dan jenis bakcang tadi. Di Taiwan, pada zaman Dinasti Ming akhir, bentuk bakcang yang dibawa oleh pendatang dari Fujianadalah bulat gepeng, agak lain dengan bentuk prisma segitiga yang kita lihat sekarang. Isi bakcang juga bermacam-macam dan bukan hanya daging. Ada yang isinya sayur-sayuran, ada pula yang dibuat kecil-kecil namun tanpa isi yang kemudian dimakan bersama serikaya, gula manis.
  • Menggantungkan Rumput Ai dan Changpu : Peh Cun yang jatuh pada musim panas biasanya dianggap sebagai bulan-bulan yang banyak penyakitnya, sehingga rumah-rumah biasanya melakukan pembersihan, lalu menggantungkan rumput Ai (Hanzi: 艾草) dan changpu (Hanzi: 菖埔) di depan rumah untuk mengusir dan mencegah datangnya penyakit. Jadi, festival ini juga erat kaitannya dengan tradisi menjaga kesehatan di dalam masyarakat Tionghoa.
  • Mandi Tengah Hari : Tradisi ini cuma ada di kalangan masyarakat yang berasal dari Fujian (Hokkian, Hokchiu, Hakka),Guangdong (Teochiu, Kengchiu, Hakka) dan Taiwan. Mereka mengambil dan menyimpan air pada tengah hari festival Peh Cun ini, dipercaya dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit bila dengan mandi ataupun diminum setelah dimasak.
  • Dan masih banyak kegiatan dan tradisi lainnya yang berbeda-beda di masing-masing propinsi di Tiongkok. Suku Manchu, Korea, Miao, Mongol juga merayakan festival ini dengan tradisi mereka masing-masing.
                               

Kamis, 14 Februari 2013

Qi Shi 七夕 - Hari "Valentine" Tionghoa



Qi Shi 七夕 - Hari "Valentine" Tionghoa

14 Februari adalah hari Valentine Barat yang diperingati luas di dunia. Namun sebenarnya orang Tionghoa juga punya hari valentine sendiri. Chinese Valentine memang masih lama, namun menyambut hari Valentine 14 Februari, saya turunkan juga tulisan tentang Chinese Valentine yang populer di kalangan Tionghoa di seluruh dunia. 

Chinese Valentine disebut "Qi Shi", yang artinya malam ketujuh di bulan tujuh penanggalan Imlek. Jadi Chinese Valentine jatuh pada tanggal 7 bulan 7 penanggalan Imlek. Asal usul perayaan hari kasih sayang ala Chinese ini berasal dari sebuah legenda yang diceritakan turun temurun. 

Dikisahkan pada zaman dulu (juga tertulis di beberapa buku sejarah kuno Tiongkok), pada tanggal 7 bulan 7 penanggalan Imlek, bintang Altair (Niu Lang Sing, Bintang Penggembala) yang terpisah dengan bintang Vega (Ce Nu Sing, Bintang Wanita Penenun) akan melewati Milky Way dan bertemu setahun sekali. 

Legenda yang kemudian populer selama ribuan tahun menceritakan bahwa wanita penenun adalah anak dari Raja Dewa Yu Huang di kerajaan langit. Ia terkenal akan kepintaran dan kecantikannya. Setelah remaja, tentu saja seperti gadis remaja lainnya, ia ingin mencari pasangan hidup yang baik. Waktu yang bersamaan, di bumi ada seorang penggembala. Setelah orang tuanya meninggal, ia kemudian selalu disiksa dan dikucilkan saudara2nya dan dalam pembagian harta sang orang tua, ia cuma diberikan seekor kerbau yang selalu digembalakannya sedangkan saudara2nya mendapatkan sawah dan rumah orang tuanya. 

Penggembala sangat menyayangi sang kerbau, ia selalu menganggap kerbau sebagai keluarganya dan menceritakan segala keluh kesahnya. Suatu hari, sang kerbau memanggil namanya dan memintanya untuk ke pinggir sungai karena akan ada beberapa gadis yang sedang mencuci baju besok. Sang kerbau menyuruhnya mengambil baju berwarna ungu dan gadis pemiliknya akan ditakdirkan menjadi istrinya. 

Keesokan harinya, penggembala melaksanakan perintah sang kerbau dan ia kemudian bertemu dengan sang penenun yang merupakan pemilik baju ungu tersebut. Mereka kemudian saling menyukai dan memutuskan untuk menikah dan hidup bahagia. Namun peristiwa tadi diketahui oleh Ratu di kerajaan langit dan segera menyuruh penenun untuk pulang ke kerajaan langit. Penggembala kemudian mengejar penenun, namun Ratu mencabut konde emasnya dan melemparkannya di antara mereka. Konde kemudian berubah menjadi sungai perak yang dikenal sebagai galaksi Milky Way untuk memisahkan mereka selamanya. 

Namun setelah melihat kesungguhan hati dan cinta mereka, Ratu kemudian memperbolehkan mereka untuk bertemu setahun sekali pada tanggal 7 bulan 7. Pada malam ini, burung magpie yang mengasihani mereka akan membuat jembatan di atas Milky Way supaya mereka dapat bertemu. 

Memang seperti dongeng anak sebelum tidur dan juga banyak sekali versi yang ada di masyarakat. Legenda tinggal legenda, yang harus kita ambil adalah makna yang terkandung di dalamnya. Beruntunglah kita yang memiliki cinta dan kasih sayang di dekat kita dibandingkan dengan kisah cinta penggembala dan penenun yang cuma bisa bertemu setahun sekali. Cintai dan sayangilah pasangan hidup kita selagi kita bisa menyayanginya. Jangan cuma bisa merindukannya bila telah jauh berpisah. 

Perayaan Chinese Valentine ini sangat populer di Taiwan, RRC, HK dan Macau, selain daripada Valentine 14 Februari. Perangko dan uang logam kenang2an juga telah dikeluarkan oleh pemerintah negara di atas. Namun, perayaan setahun sekali ini cuma sebuah perlambang. Bagi pasangan yang penuh dengan kasih sayang dalam kehidupannya, 365 hari dalam setahun adalah hari Valentine bagi mereka.

Berlainan dengan perayaan hari Valentine di dunia barat yang bermakna agamis. perayaan Chinese valentine maknanya sangat romantis dan puitis. cobalah simak sebuah Syair yang ditulis penyair dari dinasti Song, yang menggambarkan legenda putri penenun dan putra gembala.

TITIAN  JALAK
Qin Guan ( 1049–1100 ; Song )

Awan lembut mengolak lukisan,
bintang terbang menebar penyesalan,
samar melintasi Bima Sakti yang tanpa tepian.
Satu kali bersua dalam angin emas embun perak,
telah melebihi berulang berjumpa di dunia insan!

Cinta yang lembut selaksana air,
hari yang bahagia bagaikan mimpi,
tak kuasa menengok jalan kembali lewat titian jalak!
Apabila cinta di kedua hati adalah kekal abadi,
masihkah kehadiran dihitung setiap senja setiap pagi?

Rabu, 13 Februari 2013

VICTORIA SONG QIAN F[X]


Song Qian [宋茜], Victoria Song atau lebih dikenal dengan Victoria adalah leader dari group girlband papan atas di Korea Selatan , f(x). Lahir di Qingdao , Shandong , 2 Februari 1987. Setelah tamat pendidikan menengah atas, Song masuk ke Beijing Dance Academy yang bergengsi dengan studi utama tarian etnis Tiongkok. Dalam kompetisi dance di Beijing di tahun 2007 , Song menarik perhatian pemandu bakat dan akhirnya di rekomendasikan ke SM Entertainment. Song lulus audisi dan mulai berkarir sebagai artis Korea.

Song muncul pertama kali dalam media bersama aktor Korea , Lee Junki . Kemudian Song terlibat sebagai model Samsung dalam musik video bersama Rain. Song juga terlibat dalam serial “Running Man” dan akhirnya bertemu dengan sesama chinese lainnya , Nickhun Horvejkul, dalam acara “We Got Married”  . Nickhun adalah member 2 PM , seorang Chinese asal Thailand. Kedua pasangan berdarah Chinese di Korea ini sering dijuluki Khuntoria yang berasal dari nama Nickhun dan Victoria.
Di tahun 2009 SM Entertainment membentuk band f(x) dengan Song sebagai leader bersama empat personil lainnya ,Amber , Sulli , Krystall dan Luna. Grup ini menjadi salah satu grup papan atas di Korea dan terlibat dalam beberapa iklan komersial seperti Calvin Klein dan LG .
Song adalah  lulusan Beijing Dance Academy , sehingga tidak heran jika Song memiliki kemampuan menari dan kelenturan tubuh yang luar biasa yang sering diperagakan dalam berbagai acara live di TV sehingga kerap dijuluki “Miss Elastic”.
DATA :
Name : Victoria Song , Song Qian [Song Chi En]
Chinese name: 
宋茜
Birth date: February 2, 1987
Birth place: Qingdao , Shandong
Height: 168 cm
Education: Beijing Dance Academy
Profession: Artis , Singer , Dancer ,

SONG ZUYING 宋祖英 : NYANYIAN SEORANG PRAJURIT


Song Zuying 宋祖英 lahir di tahun 1966 di sebuah keluarga petani miskin di desa Yantouzhai , Provinsi Hunan . Keluarganya merupakan bagian dari masyarakat Miao , sebuah grup etnis di Tiongkok.
Ayahnya sering terbujur sakit di atas ranjang sehingga ibunya menanggung beban berat keluarga bahkan untuk sekedar membayar uang sekolah bagi Song kecil. Seorang dermawan baik hati meminjamkan 5 Yuan , sehingga Song dapat melanjutkan sekolah. Ibunya mengembalikan uang tersebut dengan memotong dan menjual kayu bakar.
Kerabat dan teman keluarga Song membujuk ibunya untuk tidak menyekolahkan Song agar dapat membantu keluarganya mencari uang. Song sendiri anak tertua , dan memiliki dua adik ,  adik lelakinya yang tuna rungu dan satu lagi adik perempuan. Tetapi ibunya bersikeras mempertahankan Song untuk tetap sekolah dan percaya bahwa sekolah adalah satu-satunya kesempatan bagi anaknya untuk masa depan yang lebih cerah.
Song tidak hanya mewarisi suara indah dari ibunya , dia juga mempelajari nyanyian gunung dari ibunya. Ibu Song mendorong anaknya sehingga pada usia 15 tahun , Song masuk kedalam kelompok pertunjukan di Kabupaten Guzhang dimana dia beraksi selama tiga tahun.
Pada saat menempuh pendidikan menengah atas , Song Zuying harus mendaki sebuah bukit untuk mencapai sekolahnya di desa Yantouzhai , Provinsi Hunan . Setiap pagi , saat mencapai puncak bukit , Song akan menyanyi dengan suara nyaring. Song menyukai gema yang terpantul dari lembah yang sunyi. Terkadang Song menangis , dan satu suara menjawabnya dari seberang bukit. Song menyanyi dan suara diseberang bukit pun mengikutinya.
Dengan suara dan nyanyiannya , Song dapat berkomunikasi dengan orang yang tidak pernah dia jumpai. Dari desa terpencil dan masyarakat pinggiran ini Song mulai melangkah menemukan dunia yang luas. Dimulai dengan sebuah kelompok lokal di Hunan untuk meraih pencapaian dunia dan prestise dari Vienna hingga Opera Sydney.
Di usia 17 tahun , Song lulus audisi untuk masuk ke  sebuah kelompok musik dan tari di Xiangzi Miao Autonomous Prefecture , Provinsi Hunan. Dua tahun kemudian , Song masuk Departemen Musik dan Tari dari Central University of Nationalities di Beijing. Song menjadi gadis pertama dari desanya untuk berada di Beijing. Setelah lulus ditahun 1987 , pada usia 23 tahun , Song kembali ke kelompok Lagu dan Tari sebagai solois. Song memperhatikan bahwa penonton lokal tidak terlalu berminat pada lagu rakyat karena wabah lagu pop yang mulai mendapat tempat di Tiongkok. Sehingga Song memutuskan untuk kembali ke Beijing dan mendaftar ke sebuah ajang menyanyi nasional dimana Song mengalami kegagalan.
Titik balik karirnya sebagai penyanyi terjadi pada tahun 1998 ketika dia berpartisipasi dalam sebuah kontes televisi bagi penyanyi muda di Provinsi Hunan. Kali ini Song berhasil memenangkan kontes dan juga bertemu Luo Hao yang akan menjadi suaminya. Luo Hao adalah seorang composer dan produser kontes tersebut . Luo terkesan dengan suara Song dan bakat menyanyinya. Dan kemudian memperkenalkan Song kepada Jin Tielin , presiden China Conservatory of Music yang juga menjadi juri dalam kompetisi tersebut. Jin juga mengagumi bakat Song dan kemudian mengajak Song untuk menempuh program master-nya.
Song mulai tampil kedepan saat menyanyikan “The Little Pannier” di sebuah variety show di CCTV pada tahun 1990. Direktur Huang Yihe kemudian menempatkan Song untuk pertunjukan Spring Festival Eve. Sejak saat itu karir Song berkembang pesat dan menjadi soprano paling populer di Tiongkok. Lagu “trade mark”-nya antara lain “Happy Life” , “A Song Flying Out of Miao Mountain” , “Spicy Girl” dan “Love My China”.
Di tahun 1996 , Song mengadakan tour ke Australia. Terbersit keinginan untuk menyanyikan lagu rakyat di tempat-tempat terkenal dunia. Song merasa terpanggil untuk mempromosikan lagu-lagu Tionghua keseluruh dunia sebagai bagian pengabdiannya kepada negara dan rakyat.
Song mulai mendapat pengakuan internasional. Album CD “The Diva Goes To The Movies : A Centennial Celebration of Chinese Film Song “ menerima nominasi Grammy untuk album klasik terbaik.
Song menjadi satu-satunya soprano Tionghua yang tampil di Sydney Opera yang bergengsi pada tahun 2002 , Vienna Musikverein Golden Concert Hall ditahun  2003 dan John F Kennedy Center di tahun 2006. Ditempat pertunjukan bergengsi ini Song berkolaborasi dengan orkestra asing.
Dibulan Mei 2007 , Song berkontribusi dalam pertukaran budaya antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Dalam event ini , audiens Amerika menikmati performance memukau. Michael M Kaiser berkomentar bahwa suara Song membuatnya menjadi duta internasional teratas bagi musik rakyat Tionghua.
Selain menjadi penyanyi kelas dunia , Song juga seorang prajurit PLA-Navy dimana dia bergabung dalam kelompok Musik dan Tari dalam PLA-Navy ditahun 1991. Dibulan Mei , Song dipercaya komandannya untuk dipromosikan menjadi wakil presiden kelompok tersebut.
Kesuksesan yang dicapainya tidak memudarkan ingatan Song akan kehidupan sulitnya dikampung halaman. Song juga teringat bagaimana seorang dermawan baik hati dan lima yuan yang merubah hidupnya. Sebuah bantuan “kecil” yang jika tanpanya , Song mungkin akan tetap menjadi wanita biasa di desa. Karena itu sejak tahun 1995 , Song mendonasikan buku , komputer , televise , piano dan fasilitas belajar di Sekolah Dasar Yantouzhai. Ditahun 2004 , Song membidani Song Zuying Education Fund dan telah menggelontorkan dana pendidikan sejumlah 1.7 juta yuan di provinsi Hunan.
Referensi :
  1. Chen Jie , “ A Song For Our Soldiers” , China Daily , 1 Agustus 2007